Sesuai Kapasitas Masing-Masing

 

Seperti kucing dalam zona nyamannya

Seperti kucing dalam zona nyamannya

Melihat terakhir kali saya menulis di blog ini rasanya pingin jerit: “AAAA ternyata udah selama ini gak nyentuh blog padahal rasanya baru-baru kemariin”. Tapi memang, pikiran itu muncul lantaran sekarang sudah masuk tahun yang berbeda, 2017. Bye-bye 2016 yang banyak kenangan dan juga pengalaman yang sudah saya lupakan. Saya bahkan gak ingat apakah resolusi di 2016 tercapai atau gak, sampai-sampai saya harus gali catatan dulu buat melihat perkembangannya. Hasilnya? haha ketawa hambar cocok untuk jadi jawaban itu. Banyak hal yang terlewat dan gak bisa saya capai. Saya terlalu banyak lalai. Bahkan setelah mengetahui itu pun, sampai sekarang saya selalu lalai. Lalu apakah di 2017 ini saya punya resolusi? terdengar sedikit gloomy tapi saya terpaksa menjawab: entahlah. Rasanya semakin tua (?) diri ini, memikirkan satu hal menjadi semakin rumit. Sampai saya berakhir dengan satu kata: Saya tidak ingin lari.

Hah? memangnya saya kabur-kaburan? haha.

Gak secara harfiyah sih. Tapi lebih kepada mental. Manusia, selayaknya takdir sejak zaman ajali, selalu diuji, diberi cobaan, dll (sebut sesuai pemahaman masing-masing saja). Ketika ujian itu datang, ada yang menghadapi dengan berani, ada yang takut-takut tapi tetap berhadapan dengannya, dan ada yang memilih menjadi pengecut. Saya, agak kesal dan malu juga, harus dengan jujur menuliskan bahwa sebagian diri saya menjadi pengecut selama tahun lalu itu. Setiap masalah datang, dan terasa sangat sulit, saya selalu berteriak dalam hati: aaaa ingin lari, ingin kabur ke tempat sepi aja. Jadinya, mental saya selalu membentuk apa yang ada di otak saya: “Aku ingin melarikan diri”. Sekali lagi, gak secara harfiyah sih. Karena paling banter saya melarikan diri dengan mengurung diri di kosan atau pergi ke perpustakaan. Mungkin karena saya gak punya cukup modal untuk melarikan diri ke pulau terpencil, haha (apakah ini keberuntungan, atau cuma meratapi nasib? wkwk). Karena itulah, rasanya, saya ingin mengubah itu, lalu menghapus mental kabur-kaburan ini.

Apakah saya bisa?

Mungkin ini adalah hal paling sulit namun paling realistis yang ingin saya wujudkan di tahun ini. Melihat kapasitas diri, saya mulai berpikir untuk berhenti mengharapkan yang muluk-muluk. Apakah ini artinya saya melepaskan diri dari keinginan mencapai mimpi saya? entahlah. Tapi sampai saat ini, saya masih menempelkan mimpi saya di dinding kosan (yang ini beneran secara harfiyah), yang mungkin bisa saya simpulkan bahwa saya masih berharap. Kapasitas diri manusia, ada yang menyebutnya sebagai potensi, katanya tidak terbatas. Tapi apa yang saya pahami, setiap manusia mempunyai kapasitas masing-masing. Tergantung pada individu tersebut apakah memang ingin bertahan dengan kapasitas itu, ataukah meng-upgrade menjadi lebih baik lagi. Dipikir lagi, harusnya saya malu dengan spesifikasi hp jaman sekarang. Semakin baru modelnya, kapasitasnya makin besar dan performanya makin bagus. Padahal devicenya bisa jadi berukuran sangat kecil. Rasanya jika saya tidak berubah, bisa diumpakan player yang stuck di level medium (misal di level 20 dari 100 level). Player yang kayak gitu biasanya paling jago berburu goblin atau slime(monster level rendah), tapi kewalahan melawan bos monster. Haduh, apalah ini perumpamaannya makin ngacau. Gara-gara kangen main game hiks (kapan terakhir kali main game rpg? udah lama gak login).

Mungkin ocehan saya juga kali ini karena kapasitas saya yang baru sebatas ini. Jika saya melihat teman-teman saya, yang dibicarakan bukanlah lagi ocehan. Terkadang bahkan sering adalah omongan berat dan berbobot yang lebih berguna untuk bangsa dan agama. Yeah, what else can i do? this is my capacity for now, and i should be thankful enough to have this kind of thinking. At least i will use this as my personal reminder, that once i still have sense to realize something’s wrong inside myself.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s