Mencintai Produk Dalam Negeri

Indonesia. Menjadi orang Indonesia patutnya berbangga. Kita punya banyak budaya, bahasa, juga banyak pulau. Indonesia juga kaya, gak cuma punya tambang emas dan batu bara, pun alam kita sangat indah.

Itu sih yang dibilang di buku-buku SD biasanya. Dan itu juga yang mendasari sebuah “Keharusan” mencintai tanah air.

Tapi giliran yang jelek-jelek, gak jarang orang Indonesia bilang: “yah, Indonesia sih..”, atau kalau ada hukum yang gak adil: “Namanya juga Indonesia”. Lihat sampah berserakan, “Di Indonesia ya kayak gini, kalau luar negeri mah…”

Dan kata-kata itu yang memulai munculnya rasa pesimis buat orang-orang Indonesia. Pesimis buat gak bisa lebih baik. Seenggaknya dalam hal sepele soal kebersihan. Seolah-olah dari lahir tertanam pemikiran: Indonesia itu kaya banget lho, alamnya bagus, dan budaya beragam yang perlu kita banggakan. Tapi Indonesia ya gini mentalnya, gak bisa taat aturan bahkan hal sepele kayak buang sampah di tempat aja susahnya gak main-main.

Huft. Kontras ya jadi orang Indonesia. Maunya bangga, tapi di sisi lain gak jarang pesimis. Haha.

Dan dari ke-pesimisan itu, lahirlah trend baru buat orang Indonesia biar gak pesimis-pesimis amat: Mencintai produk dalam negeri. Sejak jaman dulu, kualitas produk dalam negeri selalu diremehkan. Apalagi kalau soal teknologi. Masyarakat lebih senang memamerkan produk yang dibeli di luar negeri walaupun mahalnya minta ampun. Tapi berkat propaganda baru “Mencintai produk dalam negeri”, agaknya mental orang Indonesia mulai berubah. Selama berbau Indonesia, mau yang ngebuatnya orang Indonesia kek, mau namanya kayak Indonesia kek, semuanya diserbu. Dan sekarang propaganda itu udah menyebar gak hanya produk sandang, pangan, ataupun papan, tapi menyebar pula ke karya anak bangsa.

Karya anak bangsa akhir-akhir ini selalu jadi hot topic di manapun. “Eh ada orang Indonesia yang berhasil ngebangun mobil listrik lho… tapi dianya gak dibiayain pemerintah. balik lagi deh ke Jepang.” . Atau “Eh, salah satu animator disney yang film xx itu orang Indonesia lho, keren yah”. Betapa senangnya mendengar semua itu. Anak-anak bangsa yang berprestasi, dan karya nya gak main-main. Propaganda cinta produk dalam negeri semakin menguat jadinya. Dan ini positif banget.

Salah satu karya lainnya yang sedang menjadi booming buat anak bangsa menurut saya adalah komik dalam negeri. Saya tahu, sejak dulu komikus dalam negeri sudah berjuang di pasaran bertarung dengan komik asal luar, terutama Jepang. Tapi saya rasa, akhir-akhir ini, kemajuan komikus dalam negeri semakin pesat. Banyak karya yang mendapat perhatian sangat baik dari pembaca, baik secara online maupun paperbook. Mungkin karena sekarang didukung dengan media sosial juga sih. Komikus gak harus nyari penerbit dulu biar karyanya sampai ke publik. Sekarang tinggal posting di FP pribadi, atau ngebuat di deviantart, atau bahkan menjadi komikus di laman webtoon sudah membuat karya sampai ke masyarakat luas. Dan terlebih lagi, semuanya bisa di akses secara gratis. Haha. Mental orang Indonesia kalau sudah berbau gratis kan heboh juga.

Beberapa komikus favorit yang upload di fp nya

Beberapa komikus favorit yang sering upload di fp nya

Akhir-akhir ini saya sering mampir ke fanpage facebook beberapa artist dengan karya yang keren-keren, contohnya seperti “Coretan Harian”, komik “Maghfirare”, fp nya komikus pro Sweta Kartika, dan masih banyak lagi. Terutama untuk Sweta Kartika yang selalu menyuguhkan cerita dan art yang high quality, saya selalu menunggu update H2O reborn nya. Selain itu, di webtoon, komik-komik Indonesia juga merajai polling like kayak “My Pre wedding”, “eggnoid” , “Study room 304″(eh ini romance semua yang merajai rating), dan ada juga yang ber genre fantasi seperti “Nusantara Droid War” (dan ini keren banget chapter 1 nya –> so far jadi komik favoritku lah), atau genre komedi kayak “tahi lalats” dan “Si Juki” yang sukses ngebikin ketawa parah, dan masih banyaaaak lagi yang lainnya. Jujur, tanpa propaganda “Mencintai produk dalam negeri pun”, saya rasa masyarakat pembaca online sudah bisa menyukainya dari kualitas yang diberikan oleh para komikus tersebut. Melihat fenomena ini, seneng banget rasanya karena komik Indonesia kembali bangkit.

Nusantara Droid War aka NDW. So far webtoon favorit saya buat genre fantasi ^^

Nusantara Droid War aka NDW. So far webtoon favorit saya buat genre fantasi ^^

Dari dulu juga komikus Indonesia selalu berjuang dengan caranya masing-masing. Baik dari gaya, bahasa, alur, ataupun sasaran pembaca. Tapi saya rasa, sejak 2 tahun kebelakang, kebangkitan komikus Indonesia semakin terlihat. Meskipun masih banyak juga yang protes tentang banyaknya gaya manga yang dipakai di beberapa komik yang saya sebutkan di atas, saya kira ini tidak masalah. Gaya artis untuk karakter dan lainnya adalah hak mereka, dan mereka pun selalu menyisipkan unsur “Indonesia banget” di karya nya. Contohnya aja penggunaan panggilan (bahasa mah  gausah dibahas lah ya, tentu aja pake bahasa indonesia), atau penggunaan tempat, juga budaya dalam negerinya. Jarang-jarang kan lihat komik bergaya manga dengan cowok ganteng yang pergi solat jumatan (haha ini sukses bikin ketawa di komiknya study room 304). Atau jarang juga kan lihat komik yang karakternya jelek abis gak ada tulangnya tapi selalu sukses bikin ketawa dengan muka datarnya (fyi, tahi lalats). Atau gak bisa juga kita temuin gambar sparkling heroine jepang eh dipanggilnya adek (fyi my pre wedding). Atau lebih fantastisnya kapan lagi mbaca komik yang ada tokoh hero arjuna dan keren banget setingannya (di nusantara droid wars aka NDW). Jujur, setelah beberapa hari terakhir membaca komik-komik di webtoon, saya tanpa disuruh buat “Mencintai produk dalam negeri” pun pasti akan melakukannya. Karena kualitas yang diberikan oleh mereka, sepadan untuk mendapatkan apresiasi tinggi dari pembacanya.

So, maju terus produk dalam negeri!!! Maju terus artis asli Indonesia! maju terus anak bangsa!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s