Anime Movie Jepang Sepanjang Masa

Berbicara tentang budaya Jepang, pasti tidak akan lepas dari namanya anime dan manga. Walaupun di luar Jepang pun ada animasi kartun, tapi anime Jepang memang lain. Lain cerita, lain garapan pula. Semenjak saya kecil, manga dan anime memang sudah tidak asing. Tapi ada beberapa anime Jepang yang sepanjang masa ceritanya masih keren di tonton berkali-kali. Untuk seri, banyak banget, jadi saya batasi jadi movie saja. Ada beberapa aspek yang saya lihat di anime movie garapan Jepang: Plot, karakter, musik, grafis. Mungkin untuk penggemar anime, nama studio Ghibli sudah tidak asing lagi. Saya akan mulai membahas dari garapan studio Ghibli.

1. Studio Ghibli 

ghibli

Mengapa studio ghibli? karena memang nama rumah produksinya sih. nama Ghibli lebih populer dengan karakter Tottoro (dan memang dijadikan icon ghibli), meskipun banyak anime yang diproduksi dari sana. Saya bahas satu persatu:

  • Tonari no Totoro (my neighbor totoro). Ceritanya tentang sebuah keluarga yang baru pindahan ke sebuah desa. Sang ayah adalah seorang dosen yang harus mengurus dua orang anak perempuannya yang masih kecil karena istrinya sakit. Keluarga sederhana yang harmonis. Suatu hari, anak paling kecil, Mei, tidak sengaja bertemu dengan totoro, makhluk halus bertubuh besar, yang kata ayahnya adalah penjaga pohon. Kakaknya tentu tidak percaya dengan cerita Mei, sampai ia sendiri bertemu dengan Totoro dan lainnya. Susah sih ngejelasin, enaknya nonton sendiri. Ceritanya keren padahal sederhana, tapi heart-warming banget. selain musiknya epik, ceritanya apik. Cocok ditonton segala usia.
  • grave of the fireflies. kalau gak salah, ini film ghibli yang digarap di awal-awal banget, makanya untuk grafis, gak bagus banget. musiknya juga gak terlalu istimewa. tapi ceritanya nguras air mata TT^TT. Latarnya adalah jepang di masa peperangan. Tokohnya seorang anak laki-laki yang harus mengurus adiknya yang masih kecil lantaran ibunya meninggal saat pengeboman terjadi dan ayahnya tewas di medan peperangan. Dengan berbekal seadanya, dia menggantungkan hidupnya kepada sanak saudara yang semakin lama semakin tak bersahabat. Saya sedikit kesal sebenarnya sama karakter si kakak, yang terlalu memanjakan adiknya, walapun memang sebenranya dia ingin memberikan yang terbaik bagi adiknya. Dan ini ditonton berkali-kalipun tetep ngebuat nangis. hiks. Saya kira pesan film ini ngena banget, memperlihatkan bahwa gak ada yang diuntungkan dari peperangan selain penderitaan, apalagi untuk dunia anak-anak.
  • Spirited Away. Favorit banget! suka banget sama cerita, karakter, dan juga musiknya! karakternya tumbuh dengan sangat baik, dari seorang anak cewek manja menjadi sangat pemberani dan mandiri. Si anak perempuan ini, Chihiro, terjebak di dunia spirit ketika dalam perjalanan menuju rumah barunya. Ayah dan Ibunya juga berubah menjadi babi karena memakan makanan untuk para arwah tanpa izin. Selanjutnya Chihiro dipekerjakan di dunia itu dan diiubah namanya menjadi Sen. Saya suka banget sama karakter Sen yang pemberani disini. Musiknya juga kereen!
  • Mononoke Hime (Princess Mononoke). Saat awal download ini, langsung di close karena adegan pertamanya ada makhluk yang kayak cacing gitu dan ngebuat jijik. Tapi setelah lihat review orang-orang, saya nonton juga. Dan Wooow banget. Ceritanya walaupun gak masuk akal banget dan agak kejam (ada adegan orang dipanah dan kepalanya langsung copot. gak ngeri gimana coba haha), inti ceritanya sangat bagus. ngajarin untuk cinta alam dan menjaga keharmonisan. untuk grafis, emang gak terlalu oke, tapi saya terkesan sama sound effect kayak suaranya si hantu penjaga hutan yang kecil kecil dan selalu bunyi krek-krek-krek, haha. Juga sama instrumen sepanjang movie.
  • From Up on Poppy Hill. Lain dengan movie Ghibli lainnya, yang ini gak ada fantasi aneh-anehnya sama sekali. Tapi ini romance banget, dan romance yang sangat apik dan pure. Cerita drama dua orang anak SMP yang kemudian saling suka. Latarnya adalah Jepang setelah perang, jadinya benar-benar memperlihatkan Jepang saat duluu banget. Tapi ceritanya ngebikin moe-moe (red. berbunga-bunga) karena beda dengan romance yang sekarang ada di manga-manga shoujo ataupun anime. Saya juga senang dengan nama “Quarter Quell”, sebuah rumah klub di SMP mereka yang akan diruntuhkan karena sudah tua. Disinilah perjuangan para anak SMP itu untuk mempertahankan rumah mereka. Saya ketawa terus lihat anime ini, karena selain konfliknya gak terlalu berat kayak mononoke hime, karakternya juga asik. Untuk musik, saya senang dengan openingnya yang ringan dan ear-catching. haha.
  • Howl’s Moving Castle. Kalau bisa dibilang diantara semua film ghibli, inilah yang saya favoritkan pertama. yang kedua adalah Spirited Away. kenapa? karena semua karakternya luar biasa! bercerita tentang seorang gadis biasa yang bekerja sebagai pembuat topi dan kemudian terkena kutukan seorang penyihir dari barat sehingga berubah menjadi seorang nenek-nenek. Diapun akhirnya melarikan diri dan menetap di “Kastil” Howl, yang sebenarnya adalah sebuah rumah rongsokan yang bisa berpindah-pindah tempat. Howl adalah penyihir muda yang tampan, berbakat, tapi selalu dijadikan senjata untuk perang. Karakter Sofie, si gadis yang dikutuk sangat kuat dan pemberani. Walaupun awalnya dia tidak pernah percaya diri, setelah dia berubah menjadi nenek-nenek, dia malah menjadi snagat pemberani dan bisa melihat dunia luas. karakter Howl juga berkembang sangat baik, dari seorang narcissist menjadi seorang yang peduli. Grafis dan musicnya juga epik banget. Salah satu theme paling favorit saya adalah Merry go round’s life. satu kata lagi: keren!
  • Whisper of the heart. Dibuka dengan nyanyian Country road, anime yang satu ini bisa dibilang lebih modern dibanding semua anime ghibli. Eh, sebentar, ada lagi ding nanti Arietty yang juga “terlihat modern”. Latarnya masih Jepang tahun 80-90 an, tapi yang jelas udah gak ada kaitannya dengan perang. ceritanya juga muda banget, lagi-lagi romance, tapi lebih mengutamakan inti cerita pada mengejar mimpi dan target hidup. Karakternya gak seheboh film ghibli lainnya, tapi senang dengan antusias mereka dalam mengejar mimpi. Disini ada country road versi Jepang yang diterjemahkan oleh si tokoh utama. terjemahannya agak aneh, tapi versi country roadnya, teruatama biolanya bagus.
  • Karigurashi no Arrietty (Arrietty the borrowers). Cerita fantasi yang dibangun di masa kini (terlihat modern sih). Plotnya tentang kehidupan the borrowers, makhluk seperti manusia yang berukuran kecil dan tinggal di dasar-dasar rumah manusia. Mereka bertahan hidup dari “meminjam” barang-barang tuan rumah mereka, tentunya tanpa sepengetahuan mereka. Mereka hanya “meminjam” barang-banrang yang tak terlihat jika menghilang. Misalnya: sedikit gula, sedikit garam, tissue, dll. Petualangan banget, apalagi saat dikejar-kejar sama si pembantunya yang nyebelin haha. Well, ceritanya memang tidak se-wah yang ghibli lainnya, tapi tetap, menurut saya keren sih. Satu hal lagi, saya langsung ngeh sama seiyuu nya si anak laki-laki di film ini, yaitu Kamiki Ryunosuke! khas banget sih suaranya. Saya juga senang sama lagu-lagu di film ini. Tumben banget ost nya ada yang berbahasa inggris, dan waktu saya cari ternyata yang nyanyi orang prancis. Ost nya semua dinyanyiin sama dia, Cecile Corbel.
  • Kaze Tachinu (The wind rises). Yup, ini film terakhir yang digarap oleh Hayao Miyazaki di Ghibli. Sedih banget sih, tapi film terakhirnya emang gak main-main. Diambil dari kisah nyata seorang engineer yang menciptakan pesawat tempur pertama asli buatan Jepang, “Zero”. Latarnya saat masih peperangan, dan alurnya loncat waktu banget, tapi jadi asik. Bener-bener memperlihatkan kegigihan Jiro, seorang engineer dalam mewujudkan mimpinya untuk menciptakan pesawat buatan Jepang sendiri tanpa campur tangan asing. Disini juga diperlihatkan kecintaannya terhadap istrinya yang pesakitan. Istrinya juga mempunyai karakter luar biasa, selalu mendukung Jiro walaupun tahu kondisinya yang sangat lemah. Terharu banget sampai akhir cerita, walaupun endingnya banyak yang bilang gak jelas, tapi menurut saya malah unik. Disini Hayao Miyazaki gak memperlihatkan ending yang hanya bertumpu di satu kesimpulan aja.

Well, selain yang diatas, film ghibli masih banyak lagi. The cat returns, Kiki’s Delivery Service, Naussica the valley of the wind, The tales from the earthsea, Ponyo, Laputa castle in the sky. Tapi capek juga ternyata dibahas satu-satu, haha. Tapi, yang jelas, film ghibli recommended banget ditonton segala usia.

2. Colorful

colorful

Kalau bisa dibilang film yang ngebuat sesek, terharu, senang dalam waktu sama adalah colorful. Bercerita tentang roh yang dibangkitkan lagi ke tubuh seorang anak yang mencoba membunuh dirinya sendiri. Dia tidak mempunyai ingatan apapun, bahkan tentang keluarganya. Yang dia tahu adalah kalau si tubuh yang dia tempati dulu adalah seorang anak berbakat dalam melukis. Dunianya yang baru pun dimulai.

Saya nonton ini udah lamaa banget, tapi tetap berkesan di hati. saya ingat nonton ini sampai nangis saking terharunya di akhir cerita. Grafisnya indah banget, tapi musiknya gak heboh. instrumennya bagus sih, tapi gak ngebuat se-kyaa kayak spirited away. edited: beberapa hair terakhir saya kembali menonton film ini, dan kembali nangis. ckck, tetap keren ternyata.

3. The Girl Who Leapt Trough Time

the girl

Selain legenda Hayao Miyazaki dengan studio ghiblinya, ada lagi animator sekaligus produser yang juga menggarap anime-movie dengan kualitas bagus. Namanya Mamoru Hosoda, beberapa film garapannya seperti the girl who leapt trough time, Summer Wars, Wolf Children, dan yang terbaru adalah Bakemono no Ko (the beast’s kid). Saya baru nonton Summer Wars dan the girl who leapt trough time. Seperti halnya studio ghibli, Mamoru Hosoda juga menggarap movie anime dengan ke khasan animasinya. Tapi, cenderung topik yang diangkat untuk filmnya lebih ke light romance dan kehidupan, dan sangat cocok sekali untuk remaja.

Khusus untuk the girl who leapt trough time, saya rasa konsep cerita sangat bagus. Meskipun time-revival bukan lagi tema baru, tapi cara bagaimana si pengendali waktu menggunakan time-revivalnya, itulah yang membuat menarik. Di anime ini sendiri, Makoto Konno, si tokoh utama yang merupakan seorang gadis yang tidak sengaja menemukan benda di dalam lab yang tiba-tiba membuat dia bisa mengulang waktu. Dia bahkan berhasil selamat dari kecelakaan saat ia berhasil mengulang waktu. Dan konyolnya, dasar pemikiran cewek sekolahan, dia mengulang waktu untuk hal-hal yang sebenarnya kalau dipikir-pikir gak penting. Seperti mengulang waktu untuk menghindari pernyataan cinta temannya, atau bahkan mengulang waktu cuman untuk makan puding dan karokean sepuasnya sampai suaranya hilang. Gak penting, haha.

Tapi setelah selesai nonton anime ini, saya menyadari satu hal: semua hal dan permasalahan yang datang di kehidupan memang sudah dirancang sesuai porsi umur kita. Seperti firman Allah di surat Al-Baqarah: 286:

“Allah tidak akan membebani seseorang diluar kemampuannya”

Coba jika pemerannya diganti bukan seorang cewek sekolahan, mungkin permasalahannya akan berganti. jika yang menemukan benda untuk revive time itu adalah orang yang tidak baik, mungkin akan digunakan untuk sesuatu yang sangat jahat– seperti pencuri menggunakannya untuk melipatgandakan kekayaan– dsb.

anyway, anime ini refreshing, menghibur, juga berkesan. Meskipun saya gak se-heboh kalau lihat film ghibli, tapi ini juga termasuk oke lah.

4. Stand By Me – Doraemon

stand by me

Diantara semua movie Doraemon, mungkin bisa dibilang ini yang paling berkesan di hati. Hoho, jelas, dibilang ini adalah last movie nya Doraemon. Plotnya mulai dari Doraemon pertama kali dikirim Sewashi dari masa depan untuk menemani Nobita, sampai akhirnya Doraemon yang diharuskan kembali ke masa depan.

Saya lupa istilahnya, CGI bukan ya? yang animasi nya lebih berbeda dengan anime biasanya. Makanya aneh lihat nobita dan yang lainnya dalam bentuk animasi begitu. Cuman, karena plotnya masih bagus, bisa di ampuni. Dan yang paling penting adalah untuk mengakhiri cerita animasi movie Doraemon, semuanya cukup totalitas termasuk musik yang dipakai dalam film yang kemudian jadi nge hits disini (di Jepang).

5. Naruto Movie: The last

Ini Naruto Movie yang paling saya suka diantara yang lainnya. Karena saat nonton naruto movie, saya selalu merasa kalau jalan ceritanya gak banget. Tapi semenjak Naruto Movie yang sebelum the last(Road to Ninja, yang Naruto sama sakura di masukkan sama Obito ke finite Tsukuyominya), kualitas naruto movie jadi berubah di mata saya. Untuk yang Road to Ninja, tema keluarga tetap menjadi yang utama. Saat-saat dimana Naruto merasakan yang namanya keluarga sehingga ia sempat tidak mau kembali dari dunia tsukuyominya Obito.

Dan khusus untuk yang the last movie, ini romance banget. Plotnya adalah setelah Naruto berhasil menyelamatkan Konoha dari perang besar. Penampilan semua tokohnya juga berubah menjadi lebih dewasa, seperti yang ditampilkan di manga chapter terakhirnya. Bahkan Sasuke juga sempat nongol di akhir meskipun cuma sekilas. Dna tentunya sudah kembali menjadi sahabat baiknya Naruto. Disini plotnya sangat romance-oriented. Jadinya terasa sangaaat lambat. Fokusnya ke cerita bagaimana Hinata dan Naruto akhirnya bisa menjadi keluarga. So sweet? yah  bolehlah. Dan terasa lain dengan movie naruto lainnya, jadi tetap berkesan di hati. Dan lucunya, di akhir film, ada scene Boruto dan Himawari di dalam rumah, dengan Naruto dan Hinata. menggambarkan sebuah keluarga yang bahagia.

Well, cerita naruto memang selalu berkesan di hati sih. Semenjak SMP dulu ngikutin seriesnya, dan bahkan baru tamat setelah saya kuliah S2 di Jepang, tetap berkesan. Meskipun kalau di forum manga di internet, gak sedikit yang menghujat Masashi kishimoto karena dianggap membuat cerita yang gak ada ujungnya, atau bahkan banyak yang gak berkualitas, saya tetap suka.

6. Case Closed: Countdown to Heaven

Ini adalah Conan the movie, atau si detektif yang di buat menyusut oleh organisasi hitam. Well, sebenarnya banyak banget movie conan, sama seperti Naruto, cuman yang paling berkesan buat saya yang ini, countdown to heaven. Udah lama banget nonton ini, waktu tingkat 2 di ITB kalau gak salah. Jadi honestly udah lupa jalan ceritanya. Tapi kalau gak salah berhubungan sama pengebomam gitu. Dan yang saya ingat disini, entah kenapa conan keren banget waktu mau menjinakkan bom.

ok, no more comment, coz literally i forget about this haha.

Mungkin masih banyak anime movie yang lebih baik, tapi saya capek juga nge list satu-satu. Dan saya gak terlalu banyak nonton movie anime sih, karena lebih suka series atau OVA. Tapi, kalau disuruh merekomendasikan movie anime, saya bakal mulai dari Studio ghibli yang pasti. Then cheers.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s