Sudah Lebaran… lagi????

Perasaan baru saja kemarin saya bilang: Ramadhan datang juga. Dan sekarang: Haa?? sudah lebaran lagi???

Dibilang tidak senang justru bohong rasanya. Senang banget, akhirnya Idul fitri juga. Tapi, beberapa hari menjelang idul fitri gada perasaan apapun. Seriusan. Sama rasanya saat ramadhan yanggak kerasa suasana ramadhannya. Terlebih lagi, waktu idul fitri tahun ini, ada info dari weather forecasting: badai bakal datang. Bahkan, hampir tiap sejam sekali info dari weather forecaster selalu datang. Hmm.. jadi ini sistem early warning nya Jepang. Gak usah nginstal apapun, atau bayar apapun, tapi dari pihak sana langsung mengirimkan warning ke nomor yang memang terdaftar di Jepang. Salut. Di lab juga saya ingat asprof pernah bilang saat gempa datang, alarm peringatan dini gempa langsung bunyi di HP nya. Padahal waktu itu malam hari.

Ok, kita abaikan dulu tentang sistem peringatan dini bencana di Jepang.

Screenshot_2015-07-15-22-05-59

Info datangnya badai di HP

Jadi, di sekitar daerah Fukuoka, Hiroshima, Osaka, akan ada badai yang datang dari arah Filipin. Semalam sebelum idul fitri, malam takbiran (walaupun tidak ada yang takbiran disini), datang lagi info: badainya belok langsung ke daerah Kanto, tapi daerah Fukuoka masih kena anginnya. Dan ternyata, benar saja. Sejak malam anginnya kencang luar biasa, ditambah gerimis-gerimis gitu. karena anginnya sangat kencang, udaranya juga jadi dingin. Padahal ini sudah musim panas, dan kemarin-kemarin suhunya muncak panas banget. Tapi pas malam badai itu, rasanya seperti di akhir musim dingin. Saya sepulang dari lab harus rela berbasah-basah karena hujan malam itu. Dan nyesel banget malam itu bukannya langsung tidur malah main game dulu. Karena besoknya saya jadi kebingungan sendiri karena lupa tidak bertanya jadwal sholat ied. Paginya saat bangun saya langsung mengirim pesan ke beberapa temen muslim disini, menanyakan shalat ied dimulai jam berapa. Tapi gak ada yang menjawab satu pun. Mengecek kembali grup FB,dan kaget rasanya saat melihat: shalat ied jam 7.00. Wow. Tumben amat, karena waktu iedul adha kemarin mulainya jam 8. Dan saat itu melihat jam sendiri sudah pukul 7.00. saya panik dan mencoba menghibur diri: ah, paling salah nyantumin jam, haha. dan saya malah masak, bukannya siap-siap. Karena disini biasanya setelah acara kumpul-kumpul, pasti makan-makan. Dan saya merasa harus bawa sesuatu, seenggaknya.

Dan ternyata benarlah, shalatnya dimulai jam 7.30, sedangkan saya kesana jam 8.10. Orang-orang sudah pada pulang, tinggal teman saya yang dari mesir dan arab, bersama suami mereka. Mereka sampai minta maaf beberapa kali karena tidak tahu saya bakal datang. Yah, tak apalah. Hanya cukup sedih saja, rasanya lebaran disini tidak ada rasa lebarannya sama sekali, haha. Apalagi hari itu hari Jumat, dan saya masih ada kelas dari siang sampai sore. Lebaran, ya.

20150718_204057

Hanabi dimulai

Tapi kebetulan sekali esoknya ada festival kembang api di Wakato Bridge. Hanabi, istilahnya orang sini. Jadi memang tiap musim panas selalu diadakan festival ini. ketika  datang, wah suasananya seperti yang ada di manga-manga atau anime-anime gitu. Banyak yang pakai kimono, banyak yang datang sekeluarga, gak sedikit juga yang datang buat pacaran. Untungnya saya bareng keluarga mesir, jadi gak celingukan sendiri hehe. Festivalnya dari sore sudah ada, tapi kembang apinya baru dari jam 8-9.

20150718_204729

Lampionnya disusun menggunung, katanya bentuk berdoa sama dewa mereka

Yap, lebaran. Rasanya baru kemarin saya lebaran di rumah. Rasanya baru kemarin juga pertama kali lebaran saat almarhumah nenek masih ada. Rasanya, ya, rasanya. Berpikir seperti ini, memang waktu itu berjalan sangat cepat. Tapi dalam 24 jam itu, apa yang kuhasilkan dan apa yang orang lain akan begitu berbeda. Orang yang dikejar deadline merasa 24 jam itu masih kurang. Orang pebisnis merasa dalam 24 jam harus menghasilkan keuntungan minimal lebih dari hari sebelumnya. Orang yang mempersiapkan ujian merasa 24 jam harus digunakan full untuk belajar. Waktu. Teringat hadist tentang mengerjakan 5 perkara sebelum 5 perkara:

“Ingatlah lima perkara sebelum datangnya lima perkara: Kaya sebelum miskin, muda sebelum tua, lapang (waktu) sebelum sempit (waktu), sehat sebelum sakit, dan… hidup sebelum mati”

Walalhu a’lam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s