For you, my friend, who always inspire me

Pertama kali saya berkenalan dengannya saat tingkat satu kuliah di ITB. Ketemu waktu ada kaderisasi salah satu unit, yang kenalannya cuma sepintas nama sama fakultas saja. Waktu itu saya merasa semua orang kenalan hanya formalitas, jadi tidak berusaha mengingat banyak nama, nambah-nambah pusing saja, hehe. Setelah selesai kaderisasi pun, karena saya bukan orang yang mau menyibukkan diri waktu itu, jadinya jarang ketemu juga. Eh, ternyata di tingkat dua malah ketemu lagi, di kelas yang sama. Saya beda jurusan dengan dia, tapi karena mata kuliah yang diambil dari grup MKDU, jadi kelasnya campuran dengan jurusan lain. Saat itulah saya lebih sering ketemu walaupun seperti dulu, jarang ngobrol. Bukan apa-apa, saya merasa segan (malu).

Boleh dikata, sepintas orangnya sangat cantik. Dari wajahnya, lembut, subhanallah. Pakaiannya? hijab yang menutupinya dengan sangat baik tidak mengurangi kecantikannya. Malah saya merasa ada sebuah aura yang berbeda. Cara dia berbicara? Karena saya jarang sekali ngobrol sama dia, jadi gak terlalu ngeh. Tapi mendengar percakapannya dengan temannya yang lain, saya kagum. Gak berusaha bergaya kalem dan jaim, tapi tetap menjaga kesopanannya. Namanya? jurusannya? Ah… saya malu menuliskannya. Karena siapa tahu dianya nanti baca terus berpikir: “Lha, emangnya aku pernah kenalan dan temenan ya sama dia? ” hehe. Meskipun, yang terlintas dalam benak saya kalau nanti tiba-tiba ketemu lagi dianya paling bilang: “Maaf, kalau lupa, udah lama gak ketemu soalnya :D” dengan senyumnya yang khas. Dan dalam hati saya bilang: “Aduh, gak usah minta maaf, wajar kok lupa juga. Orang kitanya aja jarang ngobrol huehehe”.

Yeah, I will call her as friend, eventhough she (maybe) will not remember me very well. Well, at least kita udah temenan di FB. Jadi, jarang ngobrol pun, saya sering (gak sengaja) baca status-statusnya yang menginspirasi. Yah, sebenarnya gak sering juga sih dianya update status, apalagi cuma update alay-alay. Apa yang menginspirasi? hm.. banyak sih. Dari saat dianya di kuliah, bahkan sampai sekarang dianya udah punya dedek bayi yang lucu banget. Dedek bayi? Yap, dia sudah menikah saat semester 2 tingkat dua. Waw, saya sebetulnya gak percaya pas mendengar kabar dari temannya. Si x menikah? subhanallah. Berani banget pilihannya menikah di tingkat 2, yang waktu itu saya ingat jaman-jamannya merasa kelabakan di jurusan dengan segala ilmu baru, belum lagi harus beradaptasi di himpunan. Jaman dimana waktu 24 jam serasa gak pernah cukup, dan segala aktivitas serasa ngebikin mau muntah. So because of that i consider she was really brave. Tapi, saya rasa memang itu yang terbaik buatnya, menjaga dia juga dari pandangan cowok-cowok di kelas. Yah, gak aneh. Meskipun dianya akhwat yang luar biasa menjaga, yah kalau cowok-cowok liat yang yang cantik pasti gak bisa bohong juga. Kalau saya juga cowok, pasti deh juga pernah merasa “suka” sama dia (<(*^o^)Ooo). Dan sama seperti saya, reaksi temen-temen cowok juga pada gak percaya waktu denger dianya menikah. Yah, semacam patah hati gitu buat mereka , haha.

Nah, setelah lama gak ketemu, tahu-tahu saya jadi pelanggan pembaca statusnya di FB. Sekarang dianya semacam Super mom gitu, dengan metode parenting yang keren sih menurut saya. Dianya sama suaminya sekarang tinggal di luar negeri, lanjut kuliah gitu. Saya kagum dengan ketangguhan dia, menjaga dirinya (mungkin lebih baik lagi) seperti saat sebelum dia menikah. Karena banyak saya berjumpa dengan akhwat yang kadang sering tergoyahkan dengan kondisi lingkungan. Biasanya kebawa-bawa sama temen gitu. Kalau temen gaulnya super akhwat ikut-ikutan jadi super juga. Tapi di lingkungan yang gersang jadi kebawa gersang juga. Kalau saya? Yah… saya memang akhwat (sejatinya akhwat itu cewek haha), tapi jauuuuuuh kalau dibandingkan dengan “teteh-teteh akhwat” lainnya seperti teman-teman saya di ITB (disini da aku mah gak punya banyak temen cewek yang muslim hiks hiks). Oke, balik ke topik. Saya secara tak sadar sering memperhatikan foto-fotonya, yang entah kenapa ngebuat bahagia gitu (like a healing picture for a sick person). Saat dia wisuda, dianya bahkan gak salaman sama Pak Rektor (pake metode salaman ala “syar-i”, kata panitia wisuda mah). Kalau saya waktu itu, duh emang karena belum selevel sama “teteh-teteh akhwat” lainnya, saya mah salaman ajah. Merasa this is only happen once, i just want to have a shakehand pic with the rector (gak bener emang alasannya haha. (-__-)).

Sampai saat ini saya perhatikan di foto-fotonya yang sekarang di luar negeri pun, dianya gak melunturkan sedikitpun dari hijabnya. gak ngebuat lebih pendeklah, di gaya-gayain lah, atau apalah. Tapi entah kenapa, like a healing picture, it makes me smile and just happy. Malah, kelihatan cantiknya gak luntur juga. Subhanallah, luar biasa. Hal-hal itulah, yang sering membuat saya malu, dan saya mah apa lah, membuat saya selalu kembali bercermin dan teringatkan. Ah, umur kita sama, malu rasanya karena saya tidak bisa sebaik dia. Saya tersenyum kembali kalau ingat dia yang bahkan mungkin tidak ingat saya lagi, tapi saya disini banyak belajar dan terinspirasi olehnya. Saya tersenyum melihat fotonya dengan dedek bayinya yang lucu, terkagum melihat postingannya tentang bagaimana ia dan suaminya menerapkan metode parenting yang sekali lagi, menurut saya keren. Saya juga kembali teringatkan setelah merasa terlarut kembali dalam kejahiliahan (lebay haha), dan merasakan betapa saya merindukan saudara-saudara seperti mereka yang selalu mengingatkan dalam kebaikan.

Ah, sebentar lagi Ramadhan. Betapa waktu berlalu begitu cepat, memakan usia yang semakin menua. Seakan menanyakan: sudah sejauh mana kamu mempersiapkan perbekalan di dunia ini untuk kau bawa di akhirat? Mungkin, satu kata untuk temanku yang selalu menginspirasi ini: “terimakasih teman”. Walau mungkin entah dia akan membaca ini atau tidak, tapi aku berdoa semoga inspirasi yang dia berikan berbalas kebaikan untuk dia juga. Amin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s