HORYU4 team on the action

Inilah project yang mengantarkan saya ke Jepang. HORYU-IV, sebuah nanosatelit yang dirancang oleh mahasiswa dari Kyushu Institute of Technology bekerjasama dengan JAXA (semacam lembaga antariksa Jepang :D). Nah, kenapa Horyu-IV? ya karena memang ini satelit yang ke empat. Yang tiga sebelumnya berhasil mengorbit, tapi memang banyak kekurangan, seperti ada yang hilang signal, gagal memancarkan signal, dan lain-lain. Dan di Horyu-IV ini, kami memiliki misi lain untuk dilakukan setelah satelit ini mengorbit. Apa itu? oops… rahasia perusahaan.. hehe.

Nah, di project ini saya ditempatkan pada subsystem communication, yang subhanallah cukup membuat saya geleng-geleng kepala saking rumitnya. Karena pada awalnya saya ditugaskan untuk software dan juga hardware walaupun saya bilang saya tidak jago hardware (-_-)” . Mahasiswa asing lainnya yang juga baru datang pada semester ini juga mendapatkan tugasnya masing-masing pada subsystem nya masing-masing. Ini dia foto saya dan beberapa mahasiswa baru yang tergabung di Horyu project ini:

left to right: Su (Vietnam), Minh (Vietnam), Bonsu (Ghana), Rafael (Colombia), Sidi (Algeria), dan saya (Indonesia)

left to right: Su (Vietnam), Minh (Vietnam), Bonsu (Ghana), Rafael (Colombia), Sidi (Algeria), dan saya (Indonesia)

yap, lab Prof. Cho (selanjutnya saya akan sebut Cho sensei) ini memang multikultural. Beruntung, saya bertemu dengan muslim lainnya yang berasal dari Sudan sehingga bisa berbagi info tentang tempat shalat, kiblat, dan lain sebagainya.

Selain bergabung dengan project, kami yang juga mahasiswa pascasarjana harus mengerjakan proyek tesis atau disertasi. Topik yang saya dapat juga subhanallah membuat gak bisa tidur. Jadi setiap minggu itu kita harus menghadap sensei untuk laporan kemajuan. Ngelakuin apa aja sih selama seminggu yang lalu, haha. Well, cause we’re not playing here. So we have to make sure that we do something, haha. Sebenarnya semacam dulu waktu saya TA sama Pak Munir yang juga harus menghadap minimal seminggu sekali. Jadi, saya cukup terbiasa juga hehe.

Tapi, bukan berarti kuliah disini gak bisa main juga sih, hehe. Buktinya tiap weekend saya bisa jalan-jalan. Oke, walaupun bukan tempat yang terlalu jauh. So far, saya sudah pergi ke Kawachi dengan berjalan kaki (10 km bung!), ke Kokura castle dengan kereta, pergi ke trial beli sepeda, dan lain sebagainya. Sepeda? wow! saya memang tidak bisa naik sepeda sebelumnya, tapi berkat beberapa kali latihan, akhirnya bisa juga (Meskipun tak jarang tiba-tiba tidak bisa jalan haha malu-maluin!).

Me and my bike in the front gate

Me and my bike in the front gate of Kyukodai

Saya masih ingat saya pernah menulis tentang salah satu line yang pernah diucapkan di anime, bahwa “a lesson without pain is meaningless”, and thats true. Begitu juga dengan project ini. Meskipun masih banyak hal yang saya tidak mengerti, tapi saya tetap akan berusaha agar bisa berada pada level yang sama (atau bahkan lebih) dengan yang lain. Mungkin ya, orang-orang di lab sini, apalagi yang orang Jepang nya, sangat rajin dan luar biasa skill nya. benar-benar membuat nyali kita ciut, haha. but its okay. As long as we have guts, we can do it.

Ah haha.. saya jadi ingat, salah satu orang sini pernah bilang begini: “you’re a though person”. Dan saya cuma ketawa.

2 thoughts on “HORYU4 team on the action

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s