Sebuah Gelar

IMG_20140607_123558

Kenang-kenangan dari teman-teman dan hadian boneka yang sedari lama dari kakak saya

Hari itupun tiba. Setengah memaksa kepada petugas TU telmat a.k.a Pak Asep, akhirnya selembar kertas itupun ditempelkan. Sambil tidak sabar dengan hati tidak karuan, saya pun mulai mencari nama saya sendiri. Disanalah nama saya tercantum, pada baris paling bawah yang menunjukkan satu hari: Kamis, 5 Juni 2014 pukul 13.00. Itulah jadwal sidang S1 saya. Jadwal sidang terakhir Teknik Telekomunikasi untuk wisuda Juli 2014 ini. Wow, hari terakhir di jam terakhir. Saya tidak tahu harus merasa senang atau bagaimana. Yang pasti, rasa gugup dan tidak karuan itu berlanjut sampai hari terakhir itu. Agar tidak terlalu merasa tegang, saya membayangkan saya adalah Ashirogi Muto saat bertarung mencegah Niizuma Eiji untuk mendapatkan rank 1 berturut-turut selama 7  minggu. Saat itu semua mangaka di majalah Jack ingin merebut polling paling besar agar menghentikan rencana Niizuma untuk mengakhiri serial Crow. namun, selama 6 minggu terakhir semua mangaka belum ada yang berhasil menghentikan Niizuma. Oleh karena itu, semua mangaka berharap Ashirogi Muto pada minggu terakhir sebagai penantang terakhir bisa merebut polling paling besar. Saya sampai berpikir saya sedang dalam posisi sama seperti Ashirogi Muto. Karena pada hari pertama dan kedua, belum ada satupun teman saya yang sidang yang mendapat nilai A, hehe. Jadi, saya sebagai penantang terakhir harus bisa mencapai nilai tertinggi! Kejauhan memang imajinasinya😀

Namun seperti ada yang pernah bilang: “Dunia tidak selalu berjalan seperti apa yang kamu recanakan”, sebelum hari terakhir sudah ada yang mampu memecahkan rekor nilai tertinggi, yaitu A. Bahkan, dua teman sebelum saya yang sidang lebih dahulu juga mendapat nilai A. Lalu datang juga waktu sidang saya. Fiu. Rasa gugup dan serba tidak keruan itu makin memuncak. Sampai sekarang saya masih bisa merasakan rasa gugup itu. Hasil dari sidang itupun keluar, dengan mata menahan tangis, saya mendengar dosen penguji berkata: “Kami menilai sidang anda antara baik dan sangat baik, AB”. Lalu selesai, dan dengan itu teman-teman saya berkata bahwa saya resmi menjadi Sarjana Teknik a.k.a S.T., setidaknya tidak lama lagi memang wisuda, dan momen itu memang momen yang lebih tepat disebut sebagai momen mendapat gelar S.T.

Namun, saya masih ingat bagaimana gugupnya saya menjawab semua pertanyaan yang bertubi-tubi dari penguji sampai-sampai saya tidak mampu berkata-kata lagi saking blank nya. Belum lagi, ada peringatan tabu: jangan coba-coba melawan atau menantang dosen penguji. Saya tidak merasa ternyata perasaan menekan itu yang menyebabkan saya setengah menahan tangis. Haduh, cengeng rasanya diri ini. Namun, kembali saya teringat bahwa terkadang memang tidak ada tindakan yang bisa menggambarkan perasaan selain menangis. Saya merasa belum tahu banyak, masih merasa ini semua tidak cukup. Program yang saya tulis juga masih banyak salahnya, dan terlebih lagi, masih banyak pekerjaan menanti walaupun sidang ini berakhir. Saya tiba-tiba merasa seperti Hachiken yang gampang tersentuh dan membuatnya jadi cengeng. Saya merasa seperti Hachiken juga karena dia termasuk orang yang bekerja keras saat mencapai apapun di sekolah baru yang bahkan bukan keahliannya. Ia meraih segala hal dengan kerja keras walaupun hasil yang didapatkan memang masih membuat dia sendiri merasa kecewa. Sesaat saya merasa seperti itu.

Sebuah gelar ini, akhirnya saya dapatkan setelah perjuangan 4 tahun di ITB. Sebuah gelar yang saya dapatkan lewat pendidikan gratis karena beasiswa dari pemerintah. Sebuah gelar yang kata orang-orang terasa berat, namun belum saya rasakan sama sekali “sensasi” beratnya. Mungkin karena waktu untuk terjun ke masyarakat ini belum ada. Sebuah gelar, yang bisa membuat nama terangkat atau hanya menjadi bahan candaan karena kita tidak bisa membuktikan bahwa kita berhak mendapat gelar tersebut.  Yang pasti, saya ingin mempersembahkan gelar ini khususnya untuk kedua orangtua saya yang luar biasa, yang telah mendidik dan membesarkan saya dengan nilai-nilai agama dan kehidupan.

si cupu-cupu sahabat telkom 2010 akhirnya lulus sidang semua

si cupu-cupu sahabat telkom 2010 akhirnya lulus sidang semua

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s