up and down

Kembali melihat postingan saya sendiri yang sebelumnya, tentang ‘life is never flat‘, ingin saya berkata: yap it’s always happen to me. Beberapa kejadian yang membuktikan tulisan saya itu terjadi akhir-akhir ini. Mungkin kalau dibilang jatuh bangun, betul banget. Up and Down. Memang namanya juga kehidupan lah ya. Mulai dari mana ya? oke, saya mulai dari konsekuensi sebuah pilihan.

“Choose. And you’ll know what kind of choice you’ll regret least”. Ini salah satu quote yang saya suka dari anime/manga shingeki no kyoujin. Ada seorang kapten yang luar biasa karakternya, namanya Levi. Dia bilang kalimat tadi saat Eren dihadapkan 2 pilihan antara berubah menjadi titan dan menghadang titan yang lain sendirian atau mempercayakan pada teman-temannya. Pada akhirnya dia sangat menyesal ketika ia tidak memilih dari awal untuk berubah menjadi titan karena ingin percaya pada teman-temannya. Meskipun pada akhirnya, teman-teman satu regunya mati. Yap, itulah sebuah konsekuensi dari pilihan. Kita tidak tahu mana yang terbaik sampai kita memilih dan kita jalani. Mungkin ada rasa sesal, tapi itulah yang memang pasti harus kita hadapi.  Ini terjadi saat kemarin saya mendapat tawaran ke China dan saya menolaknya. Kenapa? tiap kali orang yang mendengar cerita saya akan bertanya seperti itu. Ooku no kotoga okorimasu. Banyak hal terjadi dan banyak alasan yang dicekoki pada saya sehingga saya yang sedang galau memilih untuk tidak berangkat. “Iya mi kamu aneh, biasanya buat yang belum pernah berangkat ke luar negeri kalau ada tawaran pasti akan diambil”. Hen dayou?😀

Oke, tapi saya teringat sebuah ayat dari surat Al-baqarah: 216:

Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui

Nah loh…

Oke, itu tentang pilihan. Hal kedua? hm.. mungkin tentang Kerja keras.

Beberapa minggu terakhir saya sedang bersemangat untuk bisa mendapatkan beasiswa S2 di Jepang. Saya bolak-balik ke TU untuk ini itu. Saya juga telah mengiriman email melamar ke lab disana dengan hanya berbekal proposal dan CV yang standar (prestasi minim, kegiatan gak oke-oke banget). Sampai saat ini belum ada hasilnya. Oke, tak apa. Karena saya tahu pasti, Usaha keras adalah jalanku. Tidak ada di dunia ini yang saya percayai sebagai kebetulan maupun keberuntungan tiba-tiba. Setidaknya usahalah yang membuat itu terjadi. Sama seperti saat saya ingin mendapatkan beasiswa ke ITB. Sama seperti ketika saya memenangkan LCC kimia di SMA. It’s worth to be shouted, it’s all from my work. Jadi, disaat-saat down seperti sekarang, saya kembali lagi teringat pada salah satu anime tentang kerja keras. Anime yang saya maksud adalah bakuman. Dalam anime tersebut, mungkin kita tahu pasti bahwa Moritaka adalah termasuk jenius dalam menggambar. Tapi apa dia langsung menjadi mangaka terkenal karena kehebatannya itu? tidak. Dia mengalami Up and Down dalam dunia mangaka. Bahkan saat ia sakit pun, ia tetap memaksakan diri untuk menggambar. Mengapa sampai sebegitunya? Karena itulah mimpinya. Dan dalam menggapai mimpinya itu, ia bahkan tidak cepat merasa puas. Sekali lagi, kerja keras. Saya jadi ingat perkataan di alis tebal Rock Lee dari naruto:

“Jika kamu percaya dengan impianmu maka aku akan membuktikan padamu bahwa kamu bisa meraih mimpimu dengan bekerja keras”

Dan karena kerja keras itu pula, teman satu regunya, Hyuuga Neji yang terkenal jenius dan hebat sampai berkata : “Aku sangat ingin bertarung denganmu”

Siaaap lah kerja keras! Mungkin hal selanjutnya adalah tentang komitmen dan janji

“Aku akan membawa sasuke kembali, itu janjiku. Dan aku tidak akan mengingkarinya, karena itu jalan ninjaku!”. Sudah pasti itu kalimat dari ninja yang karakternya sangat saya kagumi. Siapa lagi kalau bukan Uzumaki Naruto. Meskipun pada akhirnya ia tidak berhasil membawa temannya itu kembali pada saat itu. Tapi setidaknya dia telah berusaha mati-matian (dan memang hampir mati) untuk memenuhi janjinya itu. Lalu saya sering berpikir: seperti apa jalan ninjaku? meskipun saya bukan ninja ya, plis. Tapi yang saya percaya, memang, menepati janji adalah jalan yang harus diambil oleh semua orang. Nah inilah masalahnya. Entah sejak kapan ‘jalan ninja’ saya ini makin tidak konsisten. Saya melanggar sebuah komitmen. Maka dari itu banyak hal yang terjadi tidak sesuai rencana. Tugas terbengkalai. Why? pertanyaan yang sulit saya jawab. Tapi saya sudah memikirkan cara agar saya kembali pada jalan ninja itu.

Saya pernah mendengar bahwa jika kita melakukan hal yang sama selama 40 hari, itu akan jadi kebiasaan. So, saya menekadkan diri untuk bisa melakukan hal itu. Saya membuat kolom dalam satu lembar. Mudah-mudahan bisa sampai 40 hari bahkan lebih. Saya ingin kembali menjadi manusia berkomitmen hahahaha😀

Oke, Up and Down. Saya rasa tidak ada manusia di bumi ini yang tidak merasakan hal itu. Bahkan orang hebat, jenius, kaya sekalipun. Ini sudah merupakan sifat alam. Mungkin seperti yang dikatakan di anime Valkyria Chronicles: “Selama kamu hidup, permasalahn itu selalu ada. Tinggal bagaimana kamu menyikapinya”. Yap, Itulah hidup kawan. Yang terpenting saat kamu berada dalam kondisi down adalah “Keep Moving Forward “(Meet The Robinsons, Disney ).

2 thoughts on “up and down

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s