Life is never flat

Beberapa waktu lalu teman saya bilang seperti itu. “Life is never flat”. Sebenarnya sebuah kalimat yang sudah terkenal sejak jaman dulu dan gak pernah usang dimakan waktu. Kenapa? sederhananya karena memang itu adanya. Pernahkah kamu membayangkan kalau hidup dengan tenang di sebuah mansion sepi. Lalu tiap harinya bisa bersantai terus sambil minum secangkir kopi ditemani koran. Belum cukup juga, tiap hari rekening bank mu akan terisi terus. Kalau mau kemana-mana, tinggal panggil supir pribadi atau helikopter pribadi, dan siaplah kita pergi. Pernahkah kamu membayangkan kehidupan seperti itu?

Pertanyaan selanjutnya: hidup yang seperti itu, apakah hidup yang sangat membahagiakan ataukah membosankan?

Mungkin pada dasarnya, orang membayangkan hal tersebut sebagai hal yang diidam-idamkan. Kaya materil tanpa harus banyak bersusah payah. Tapi ini dunia kawan, dan di dunia ini, kehidupan tidak selalu datar dan berjalan sesuai dengan yang kita inginkan. Kesulitan adalah sifat paling pasti dari sistem tata surya ini. Siapa orang sukses yang tidak pernah mendapat kesulitan? Kalau kamu menyebutkan orang-orang milyader seperti alm. Steve Jobs, atau si raja Microsoft Bill Gates, atau keluarga Bakrie yang menguasai beberapa sektor ekonomi Indonesia, maka kamu termasuk orang yang cupu. Percaya atau tidak, mereka selalu mengahadapi kesulitan sebelum mencapai kesuksesan itu. Apa saja memang? silahkan tanya mbah google lebih lanjut. Karena disini saya bukan ingin menceritakan kisah mereka.

“Maka sesudah kesulitan itu adalah kemudahan”. Apa yang membuat seorang mahasiswa paling bahagia mendapat nilai A? Yaitu setelah bekerja keras sebelum ujian. Apa yang membuat seorang juara sepakbola bercucuran air mata ketika mengangkat piala? Karena sebelumnya mereka gila-gilaan memasukkan bola ke gawang lawan meskipun nafas sudah memburu habis. Dan apa juga yang membuat sebuah karya masterpiece Beethoven dimainkan sepanjang masa? Karena meskipun ia telah tuli, ia tidak berhenti mengkomposisi musik. Sebuah kebahagiaan baru akan terasa menjadi bahagia setelah proses yang dinamakan kerja keras. Kita akan bahagia menemukan turunan jalan setelah menanjak begitu jauh. Namun, seandainya jalan yang kita tempuh dari awal hanya datar-datar saja, kebahagiaan itu mungkin tidak sebegitu besarnya.

Karena itulah Allah menciptakan dunia ini tidak datar. “Life wasn’t created flat “. Untuk apa? sampai saat ini saya percaya agar kita bisa menikmati yang namanya kebahagiaan itu. Agar kita bisa menghargai hal yang disebut sebagai kerja keras.

Saya ingat sebuah anime Karya Tsugumi Ohba dan Takeshi Obata, “Bakuman”. Saya teringat ketika mashiro berjingkrak kegirangan bersama Takagi saat manga mereka berhasil masuk ke Jack Magazine. Setelah perjuangan begitu keras, jatuh bangun, mereka akhirnya mencapai impian tersebut. Bahagia itu terasa setelah mengerjakan manga bermalam-malam tanpa tidur.

bakuman
Sekali lagi, bila kita bisa hidup dengan kelebihan materi, uang, dan tiap hari bisa bersenang-senang, maka coba pikirkan kembali. Apakah kamu akan sebahagia seperti yang kamu bayangkan sekarang?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s