new friends, at least

Pengalaman PPAN kemarin memang menjadi salah satu hal luar biasa yang pernah saya alami. Meskipun kali ini juga saya belum (juga) lolos, tapi setidaknya saya punya banyak teman baru. Meskipun ada yang masih mengganjal seperti perasaan greget karena tidak bisa jawab pertanyaan atau menyesal karena terpikir telah mengatakan hal yang konyol saat ditanya di individual interview booth. Hm…
Oke, at least i have new friends. Itu yang saya pelajari dari PPAN kemarin. Padahal kami baru kenal satu hari, eh, bahkan hanya beberapa jam, tapi kami sudah bisa tuker-tukeran nomor HP, FB, twitter, bahkan ngobrol layaknya teman yang sudah lama kenal. Maklum mungkin, karena kami semua cewek. Tapi biasanya dalam kompetisi, peserta cewek tuh selalu lebih kompetitif dibandingkan yang cowok sampai-sampai suka terjadi yang namanya musuh-musuhan. But this one is differ. Kita semua berkompetisi, tapi secara sehat dan memang mengandalkan kemampuan sendiri.
Ingat rasanya ketika sesi performance tiba, dan satu demi satu maju, semua peserta yang menonton memberi semangat dengan bersorak dan bertepuk tangan. Meskipun pada akhirnya sesi itu juga lebih banyak menjadi sesi “mempermalukan diri sendiri”. Haha😀
Tapi yang mengganjal sampai sekarang adalah saat sesi panel, saya ingat sangat menyesal tidak bisa menjawab banyak pertanyaan. Bahkan terkecoh dengan “The Great Wall” yang saya bilang ada di Jerman. Entah deh, the great wall langsung mengingatkan saya pada tembok pembatas antara dua Jerman semasa perang dulu. Padahal itu kan di Chinaaaaaa ArgggH!!!
Yang memalukan lagi saya bilang The Great Barrier Reef di Indonesia. padahal adanya di Australia. Oya, ada lagi, tapi yang ini tidak memalukan, tentang Dalai Lama (eh sebenarnya memalukan sih). Kebetulan dari satu grup itu semua menjawab “No idea”. At least i’m not the one that didnt know. Hoho. Tapi si tetehnya dengan tidak percaya bertanya sama kita: “you never heard about him?” And guess what, we nodded as well. Haha.
Sesi terakhir yang saya masuki itu presentation. Saya kira 3 menit itu lama, ternyata saya cuma bisa menerangkan 3 dari 4 slide dan belum termasuk konklusi. HUmmm….dan untungnya saya masih diberi kesempatan untuk memberi konklusi. Entah apa yang sudah saya terangkan waktu itu. Dan giliran mengambil topik tambahan, saya malah kebagian Free Trade. Satu menit berlalu dengan saya yang sudah tidak sadar apa yang tadi saya jelaskan tentang free trade. And its over.
Begitulah, rasanya saya tidak akan bisa melupakan ini. Juga angka ini:

400-70-20-5

Tapi setiap pengalaman memang ada sisi manis dan pahitnya. Dan saya kira semua orang juga punya jalannya tersendiri. We walk in our own path. Meskipun sampai sekarang rasanya agak iri dengan adik kelas saya yang bisa lolos dengan mudah untuk program yang sama. But its okay. The show  life  must go on, friends. Dan baru saja saya lihat dua orang dari grup saya lolos dan bisa berangkat kesana juga … a bit sad, a bit jealous, a bit dissappointed. it’s life, after all. All we can do is do our best.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s