Sword Art Online: A death game

Sword Art online

Penyuka anime? Hm… pasti tidak asing dengan judul diatas. Yap, Sword Art Online, atau SAO adalah anime Jepang terbaru tahun 2012 kemarin. Jumlah episodenya cukup sedikit, 24, mengingat anime ini termasuk action. Saya bahkan menyelesaikan nonton anime ini dalam 2 hari saja setelah mendownload besar-besaran karena ketagihan sejak nonton episode 1 nya. Nah, bagi yang belum tahu, coba tonton episode satu saja, pasti bakal mersakan sensasi yang sama😀 (gak berlaku untuk yang gak suka anime sama sekali). Lalu, apa sih istimewanya anime ini?

Seperti anime Jepang lainnya, SAO juga termasuk yang agak lebay, tapi kali ini saya acungi jempol karena dibuat dengan ‘cerdas’. SAO adalah sebuah game VRMMORPG yang diciptakan pada tahun 2022, yang membuat player langsung masuk dan berperan di dalamnya sebagai karakter di dunia virtual. Para player akan mengenakan NerveGear di kepala mereka saat akan memasuki dunia game ini, sehingga apapun yang mereka lakukan didunia game terekan dalam ingatan. Hebatnya, sang pencipta game, Kayaba Akihiko, membuat dunia virtual ini sangat rumit, lengkap, kompleks. Ia membuat sebuah tempat, Aincard, atau kastil melayang sebagai arena game itu. Hebatnya lagi, game online ini hanya dijual kepada 10.000 orang saja di seluruh dunia. Kontan, dalam waktu singkat bahkan jauh sebelum peluncuran game, SAO sudah laku terjual.

Salah satu player yang ikut dalam game SAO ini adalah Kirito, anak penyuka game online dan telah ikut beta tester SAO sebelumnya. Dan sama seperti player yang lainnya, ia kemudian log in kedalam dunia virtual SAO. Awalnya, semua berjalan lancar. Semua orang yang bermain SAO mulai menikmati Aincard yang indah. Sampai saat teman Kirito, dengan namechar Klein, tidak menemukan aplikasi log out pada windownya. Klein menganggap mungkin semacam bug, tapi ternyata bukan. Hal yang lebih mengerikan ternyata menghadang mereka. Sesuai dugaan Kirito, program log out mungkin memang sengaja tidak ditampilkan di window mereka. Semuanya terungkap setelah  Akihiko mengumpulkan semua player, lalu memberi pengumuman bahwa mereka tidak bisa sembarang log out dari game SAO. Untuk dapat keluar dari game, mereka harus menyelesaikan 100 level dan mengalahkan bos utama di puncak Aincard. Tak hanya itu, player yang mati di game SAO, berarti mati di dunia nyata. Jika Nervegear mereka dibuka secara paksa sebelum menyelesaikan 100 level, mereka juga akan mati karena nervegear akan memancarkan gelombang elektromagnetik dengan frekuensi tinggi yang menyebabkan otak mereka rusak sampai mati.

Inilah yang menyebabkan game SAO ini bukan seperti game mainan lainnya. Setiap player harus bertarung untuk bisa bertahan hidup melawan

Kirito

monster-monster yang telah di program atau kalau tidak, mereka akan terkurung selamanya atau mati. Beberapa dari player bahkan banyak yang putus asa dan memilih bunuh diri. Dikabarkan, dalam dua bulan sejak para player masuk ke dunia SAO, 2000 orang telah mati. Namun, untuk beberapa orang, menyerah bukanlah pilihan terakhir. Banyak dari mereka kemudian menjadi front liner berjuang demi menyelesaikan level untuk membebaskan semua player dari game kematian itu. Termasuk Kirito, yang ikut berjuang dalam SAO. Ia yakin, bahwa ia pasti bisa bertahan sampai akhir karena ia sudah memiliki pengalaman di beta tester. Hanya saja, tantangan di SAO world lebih dari itu. Dan semua orang disini mempertaruhkan nyawanya demi keluar dari game tersebut.

Saya jujur terkesan dengan cerita SAO ini. Kita akan melihat perubahan karakter dari semua player. Yang paling kentara adalah perubahan karakter Kirito, yang awalnya terkesan egois karena hanya ingin berjuang sendiri dan tidak mau dibebani karena ia seorang beta tester menjadi sosok yang bahkan paling berjuang di front line. Sejak kematian beberapa temannya lah, tekad Kirito untuk bisa membebaskan semua player, bukan hanya dirinya, semakin kuat. Di SAO juga kita akan menemui Asuna, yang membuat hidup Kirito lebih berwarna. Ditambah lagi dengan banyak player lain yang istimewa, SAO ini menjadi lebih menarik.

Jujur, saya langsung ngefans dengan karakter Kirito yang kuat. Meskipun terlihatnya biasa saja, ia seorang Beater yang diakui semua player sebagai yang terkuat. Tak hanya itu, sejak karakternya berubah menjadi lebih peduli, kirito bisa dikatakan sebagai player yang santai dan tenang tapi waspada. Sangat bertanggung jawab, setia, dan melindungi adalah poin plus lain dari Kirito ini. Pokoknya, so sweet hehe😀

Over all… setelah menonton anime ini, saya jadi terbayang-bayang bagaimana kalau sekarang ada game VRMMORPG semacam SAO. Karena saya juga senang main game, sepertinya memang asik karena kita sebagai player seperti nyata hidup di dunia virtual seperti itu. Eits, tapi pertamanya tentu cek sistemnya, ada aplikasi log out atau tidak, karena kalau gak…. wah bisa berakhir seperti SAO ini deh… hiiii ngeri. Yang saya soroti juga, mungkin semua player SAO harus bersyukur untung saja tidak terjadi tiga hal saat SAO diluncurkan, yaitu: 1) Server SAO tidak down; 2) Baterai Nervegear tahan lama; 3) Orang-orang di dunia nyata tidak bertindak bodoh dengan langsung merusakkan sistem SAO atau semacamnya denga tujuan menyelamatkan anggota keluarganya. Yah, namanya juga cerita, dan anime Jepang lagi, jadi tidak heran memang. Sekali lagi, kesanku untuk Sword Art Online: Keren🙂

One thought on “Sword Art Online: A death game

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s