Perpustakaan Pusat Baru-nya ITB

Waktu pertama kali masuk ke ITB, yang udah aku niatkan buat di cek adalah: perpustakaan! Yup! karena dari dulu hobiku membaca buku, jadi itu sebuah keharusan. Bahkan, waktu dulu aku masih di MTS, aku bisa bolak-balik perpus daerah yang jaraknya lumayan juga setiap pulang sekolah. Untuk apa? beli baju? ya nggak lah. Baca buku pastinya. Ini karena aku suka sekali baca tapi di rumah gak banyak buku bacaan yang asyik. Kebetulan waktu itu ada buku yang di display dan gak boleh dibawa pulang ke rumah, yaitu Harry Potter the series ampe enam series. Aku senang baca buku Harpot, karena oke banget ceritanya. Jadilah karena gak bisa aku bawa pulang, aku dan temanku terpaksa bolak balik perpus tiap hari untuk baca kesana sampai perpusnya sendiri tutup. Gile-gile, inget hal itu membuat aku jadi bangga sendiri. Kok aku keren juga ya waktu dulu MTs. hohoho.

Tapi keadaannya jauh berkebalikan dengan sekarang. Oke, aku masih suka baca buku, tapi gak segila dulu sukanya. sekarang, baca satu buku saja beresnya susaaah banget. Alasannya: waktu kosongnya dikit, tugas kuliah, tugas asrama dan organisasi, dan yang paling berat tentu saja males. Malesnya luaarrr biasa. Padahal aku sekarang kuliah di ITB yang notabene perpusnya termasuk oke punya. Nah, ngomong-ngomong tentang perpus ITB, baru-baru ini direnovasi lho….

Awalnya, perpus ITB itu disebut dengan WC😀 karena konon katanya kelihatan dari luar itu kayak kumuh mirip WC gede. Terus, direnovasi dan panggilannya berubah dari WC gede menjadi POM Bensin. Tahu kenapa? tidak lain karena semua dinding luarnya dari alumunium. Kalau dalemnya? buku-buku banyak, kebanyakan yang tua-tua, dan gelap juga. Anak TPB ITB paling sering ngunjunging perpus buat pinjam buku TPB aja. Lewat dari tingkat 1, keren banget dah kalau suka bolak-balik perpus. Paling banter, lewat depannya karena mau mampir di sunken court. Terus sekarang katanya perpus jadi keren. Padahal beberapa hari lalu aku lewat bangunan luarnya masih kayak POM bensin aja. Karena penasaran, akhirnya aku langkahkan kaki ke TKP (hohoho).

Dan ternyata…. Jreng Jreng….

Loker tempat nyimpen Barang sendiri. Tiap orang punya loker sendiri, kuncinya dikasih langsung hoho

Loker tempat nyimpen Barang sendiri. Tiap orang punya loker sendiri, kuncinya dikasih langsung hoho

Nah, ini keren yang pertama. Loker barang. Waktu awal, kalau mau nyimpen atau nitip barang musti antri di depan tempat jaga peminjaman. Antrinya mana suka ribet lagi. Terus, tas-tasnya dimasukin nya gak ke dalam loker tertutup. Tapi sekarang, waktu kita masuk, kita ngisi daftar masuk lalu dikasih kunci loker. Keren lah Pokoknya. Jadi lebih terasa aman dan gak perlu antri panjang-panjang.

Keren yang kedua:

Kursinya dong…. enak banget….

sebenarnya ada beberapa jenis kursi disana, dan semuanya punya desain yang oke. Interior perpus jadi bagus banget, terus lebih terlihat terang nggak gelap kayak dulu. Buku-bukunya ditata lebih rapi dan palang pemberitahuan untuk jenis buku jelas terlihat.

Oya, dulu juga udah ada sih untuk layanan digilib buat nyari judul buku dan letaknya dimana. Tapi sekarang, komputer untuk layanan digilib lebih banyak lagi. Kebetulan ada yang kosong, aku coba tadi. Pake Mac yang tipis, mousenya juga oke digerakinnya.

Kursi-kursi di Perpus Pusat. Enak dipakai belajar atau tidur :)

Kursi-kursi di Perpus Pusat. Enak dipakai belajar atau tidur🙂

Beberapa orang lagi baca buku

Beberapa orang lagi baca buku

Oya, Ada bangku dekat jendela juga, jadi bisa lihat orang lalu lalang dibawah.

Foto dari bangku dekat jendela

Foto dari bangku dekat jendela

Secara keseluruhan, Perpus barunya ITB keren punya lah. Semoga dengan fasilitas yang meningkat ini bisa meningkatkan akademik semua anak ITB. Amin. Maju terus ITB! hohoho🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s