Wisuda Oh Wisuda

Sebenarnya agak telat ngebuat posting ini sekarang, soalnya waktu wisudanya udah kelwat jauuuuh banget. Nah, siapa yang wisuda?pasti nanya gitu. Yap, siapa lagi kalau bukan kakakku yang kedua! (kakakku yang pertama udah wisuda sejak tahun lalu dan aku gak ikut gara-gara ada ujian hhu). Ini baru pertama kalinya aku ikut acara wisudaan yang formal. kalau di kampus kan, kalau tidak acara arakannya, ya acara wisnite nya. Bedanya, aku sekarang menghadiri acara wisudaan UPI. Jadi memang kebudayaannya juga berbeda. Memang masih ada arakan, tapi gak serame yang di ITB (hoho, subjektif nih :D). Tapi overall, layaknya acara wisudaan yang lain, penuh dengan lautan manusia, juga pedagang dimana-mana.

Sebenarnya hari itu adalah hari terakhir ujian di Telkom, yaitu ujian Pengolahan Sinyal. Itu juga ujiannya buat yang mau ikut UAS atau memang belum lulus. Aku? alhamdulillahnya lulus, tapi dengan nilai pas-pasan. Merasa gak mau dong, masa pas-pasan bc, yaudah, ikutan UAS deh. Resikonya? gambling. Eh, usaha dulu deh. Jadi, ceritanya si ujian kerasanya ehm… lumayan lah, gak sesusah yang dibayangin. Tapi, tetap aja, bikin deg-degan. Soalnya, nilai akhir yang diambil itu, 50% dari nilai sementara plus 50% dari nilai UAS ini. Ngeriiii.

Sehabis ujian PengSin yang bikin deg-degan itu, aku langsung melesat menuju UPI, padahal gak tahu dimana tempat wisudaannya. Jalan menuju ke UPI luar biasa mceeeet banget. Biasa lah, orang ada wisudaan. Pasti yang pada punya mobil bawa mobil sendiri lah. Perjalanan ke UPI hampir satu jam lebih. Padahal udah pakai pakaian rapi jadi berantakan lagi. hum. Sampai di sana, aku dilempar-lempar sama kakakku yang pertama, katanya temui di masjid aja. Terus, ibu nelpon katanya di kantin JICA aja. eh, ternyata ada di depan JICA. Untunglah, semua rombongan MIPA baru aja mau berangkat ke gymnasium UPI. Jadi aku berangkat bareng si teteh dan ibu. Tadinya mau beliin bunga, untungnya gak jadi. Bunga yang dikasihin ternyata udah banyak banget. fiuhhh. Oya, kakakku yang  wisuda itu peringkat satu jurusan (hebatkan? hohoho) dan peringkat ke 8 di fakultas. nah, jadi, karena posisi duduk para wisudawan diaturnya pake peringkat, kakak aku duduk di bagian paling depan. Padahal dia paling pendek dari yang lainnya (jahat banget ke kakak sendiri). Oya, saat masuk ke gymnasium, disana ada tulisan undangan hanya untuk 2 orang. Jadi Ibu aku ngatur strategi biar aku, si teteh dan ibu aku bisa masuk semua. Jadi aku menggandeng tangan ibu, si teteh bawa undangan. Soalnya kalau ibu-ibu kayaknya bisa dipercaya bahwa itu orang tua wisudawan tanpa menunjukkan kartu undangan. Tapi, ternyata diluar dugaan. Orang-orang yang mau masuk gymnasium sebagai tamu undangan tuh pada berdesakan. akhirnya, tanpa tipu daya apapun (bahasanya lah gilee), aku bisa masuk bersama si teteh dan ibuku. hehehe.

gymnasium dingin, ditambah lagi sambutannya yang lamaaaa banget. Pokonya hampir mau tertidur. Pokonya, setelah itu ada pembalikan tali wisuda (sama wisudawan sendiri), terus pembagian ijazah. Habis itu? pulaang.  Nah, sempat foto-foto dulu sih, soalny akan aku gak ikutan foto waktu bareng mama dan teteh. jadi aku foto sendiri pake HP. haha. Foto1189

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s