Pelajaran Berharga Untuk tidak jadi deadliner

Hampir seminggu ini saya dan teman saya hectic ngerjain PKM yang deadline ke LK nya Jumat 23 Maret kemarin. Kami sampai bela-belaan gak tidur, terus cari literatur dan kawan-kawan ditengah sibuknya ujian juga. Bahkan, malam Jumatnya, saat besoknya saya ada kuis antenna saya gak belajar juga demi PKM ini. But the result… saya bahkan tidak bisa mengirimkan file PKM ke web dikti. Jadi, ceritanya untuk PKM GT dan AI tahun ini kami harus upload sendiri ke dikti setelah mendapat username dan password. Oke, kami sudah dapat username nya sejak Jumat, tapi belum bisa upload file lantaran belum ada tanda tangan kepala LK. Nah, jadilah frame untuk mengirimkan senin muncul. Ya udahlah ya, senin juga masih bisa.

Awalnya, sejak pagi mau udah ngeberesin segala hal tentang PKM, tapi masalah tanda tangan ini yang mengganjal. Kami belum dapat ttd dosen kaprodi matematika (ketuanya dari matematika). Bahkan kabarnya baru bisa dapat jam 2 karena dosennya lagi rapat. Alhasil, saya kelimpungan cari kaprodi lain yang lagi ada. Dapetlah kaprodi IF, itu juga sekitar jam setengah dua. Dan cerobohnya, saya lupa ngeprint ulang proposal karena proposal utamanya dibawa ketua kita. Saya yang ada di LK jadi musti jemput proposal dulu ke gedung matek. Hujan pula. Dan saat itu saya dapat sms bahwa akhirnya kaprodi matek bisa tanda tangan juga. Saya bolak balik matek-LK-asrama-LK sampai akhirnya pas ke LK buat dapat tanda tangan Pak Brian, baru bisa diambil jam 4 nya. Akhirnya saya kembali lagi pukul 4. Rencana untuk langsung online dan upload file kembali tertunda karena saya piket masak asrama -_-“

Saya akhirnya baru bisa OL maghrib dan coba-coba masukin skim PKM dan identitas diri. And guess what??? i cant. dari sejak maghrib sampe pukul 00.00 itu web gak bisa digimana-gimanain. Entahlah, saya hopeless. Besok mana ada ujian elkom yang citsitnya belum beres dibikin. akhirnya sampai setengah satu saya coba sekali lagi, tetap gak bisa. Saya nyerah, pingin nangis (dan memang nangis) lalu tidur. Sampai-sampai di mimpi saya masalah gak bisa ngirimin file PKM muncul terus. Kabar baiknya di mimpi itu saya dikasih tahu masih bisa upload. Kenyataanya, sampai besok pun saya tetap gak bisa.

Entahlah, mau marah, tapi marah pada siapa karena sepenuhnya salah sendiri dan faktor X yaitu si webnya mungkin nge down gara-gara banyak yang akses di waktu itu juga. Rasanya mau merutuki diri terus menerus. Kerja keras selama ini jadi sia-sia. Kuis antenna saya yang nol dulu kebayang akan terbayarkan dengan kepuasan mengirimkan PKM tidak jadi juga. Rasanya kesal sekali, seperti seorang atlit lari yang sudah melihat garis finish tepat di depannya, tapi tidak berhasil karena tersandung kerikil. Urusan PKM ini saya tidak mempersoalkan menang atau kalah, tapi setidaknya ingin menuangkan gagasan ini, setidaknya saya ingin mencoba sehingga di waktu pengumuman PKM nanti ada dan saya tidak lolos, saya bisa berlapang dada dan bilang: At least, i try. Tapi saya kalah sebelum berperang gara-gara hal kecil: menunda dan menjadi deadliner. Kerja keras ini mungkin sia-sia, tapi saya diajari dengan keras tentang namanya efektifitas waktu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s